IBX5A5529B0D0174 Makan Kedelai untuk Cegah dan Obati Kanker Payudara | Rizki Mandiri

Makan Kedelai untuk Cegah dan Obati Kanker Payudara

Kedelai sebelumnya tidak disarankan untuk para penderita Kanker Payudara. Akan tetapi, anggapan tersebut dipatahkan dengan sebuah temuan dari penelitian yang dilakukan oleh lembaga Georgetown Lombardi Comprehensive Cancer Center yang ada di Amerika Serikat. Dalam penelitian tersebut ditemukan fakta kalau mangkonsumsi kedelai dalam jangka panjang mampu menurunkan resiko kembalinya penyakit Kangker Payudara.

“Hasil ini menunjukkan tidak apa-apa untuk terus mengkonsumsi makanan kedelai selama pengobatan kanker payudara,” kata peneliti utama studi tersebut Leena Hilakivi-Clarke, yang juga profesor onkologi

Susu Kedelai

Susu Kedelai

Sebelum ditemukannya fakta tersebut, kedelai dipercaya sebagai pengganggu proses pengobatan kanker payudara, karena sifatnya yang menghambat obat anti esterogen yang digunakan pada penderita kanker payudara. Inti dari semua itu adalah kandungan genistein (isoflavon) yang dapat merangsang pertumbuhan sel-sel kanker payudara. Selain hal ini, kandungan yang ada pada kedelai sendiri diketahui menghambat obat anti esterogen berdasarkan sebuah percobaan yang dilakukan pada seekor tikus.

Tikus tersebut tidak punya sel T sitotoksik yang menjadi sel kekebalan tubuh. Akibatnya, tikus tersebut mengalami kanker payudara. Dari sinilah banyak ahli onkologi tidak menyarankan pasien kanker payudara mengonsum kedelai beserta makanan turunannya.

Dan ternyata hasil tersebut berbeda 180 derajat dengan temuan dari penelitian baru ini. Dalam penelitian tersebut lembaga Georgetown Lombardi Comprehensive Cancer Center melakukan tindakan memberi tikus makanan kedelai dalam jangka waktu panjang dalam bentuk isoflavon. Penelitian dimulai dari tikus belum masuk ke masa pubertasnya.

Menurut pengamatan para peneliti, diketahui bahwa sel T diketahui telah aktif saat sebelum tikus tersebut diberikan obat anti estrogen tamoxifen. Dari pengamatan inilah diketahui bahwa sel tumor gagal untuk bersembunyi dari sistem kekebalan yang ada pada tubuh.

“Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa kemampuan genistein untuk mengaktifkan respon imun anti-tumor dan mengurangi ekspresi mekanisme imunosupresif dapat menjelaskan mengapa asupan seumur hidup genistein mengurangi risiko kambuhnya kanker payudara,” kata Hilakivi-Clarke.

Hasil penelitian ini sendiri sudah melalui proses seminar dan dipublikasikan dalam sebuah Pertemuan Tahunan American Association for Cancer Research (AACR) 2015 di Pennsylvania.

Add Comment